Pages

23 Apr 2015

AKU INGIN MENJADI IBU

Diposting oleh bloggy Imajination di 4/23/2015 04:00:00 AM

            Pagi itu, masuk kampus seperti biasanya, matakuliah pertama dimulai dan semua mahasiswa duduk dengan rapih dan kelaspun mulai sunyi karena Dosen sudah akan memulai kegiatan dikelas. Saatnya kegiatan belajar mengajar dimulai, Dosen yang baru saja datang, tiba-tiba langsung melemparkan sebuah pertanyaan kepada salah satu Mahasiswa dikelas saat itu.
“Apa cita-citamu setelah menjadi seorang Sarjana?”, Dosen bertanya. Dengan spontan Mahasiswa tersebut menjawab, “ Saya ingin bekerja di Perusahaan Asing dengan Gaji besar ”.
Dan Dosen bertanya lagi “ Posisi apa yang kamu inginkan pada perusahaan tersebut?”.
Lalu mahasiswa tersebut terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan selanjutnya, entah karena dia bingung ataupun belum yakin dengan jawabannya. Selanjutnya dosen menanyakan hal yang sama pada setiap mahasiswa dikelas, hampir semua ingin bekerja ditempat-tempat yang keren dan tentunya dengan Gaji yang cukup besar. Sedangkan aku saat itu bingung sambil memikirkan jawabannya. Tidak begitu lama dan Saatnya giliran ku, dosen bertanya dengan pertanyaan yang sama, dan aku hanya menjawab “Ingin Menjadi Ibu” sontak satu isi kelas tertawa dan beberapa dari teman-temanku mengolok-olok.
Aku hanya bisa diam saat itu, dan bertanya-tanya dalam hati apa yang salah dengan jawabanku? Bukankah jadi Ibu termasuk cita-cita dan Impian yang Mulia? Bahkan sangat Mulia?.
Dosen bertanya lagi kepadaku, “Kenapa kamu ingin menjadi Ibu? Bukankah semua perempuan akan menjadi Ibu? Ibu yang seperti apa?”.
Dengan spontan aku menjawab “ memang semua perempuan akan menjadi seorang ibu, tapi tidak semua perempuan bisa dan Mampu menjadi Ibu yang baik bagi anaknya, suaminya bahkan seluruh keluarganya, aku ingin menjadi seorang Ibu yang Baik dan Profesional”.
Dosen kembali bertanya “ Seperti apa Ibu Profesional ?” lalu aku menjawab kembali pertanyaan tersebut “ ibu yang baik dan Profesional adalah Ibu yang senantiasa selalu disamping buah hati dan keluarganya dan tetap memiliki penghasilan, entah berwirausaha ataupun bekerja paruh waktu, menjadi seorang ibu adalah salah satu ibadah yang paling banyak mendatangkan Pahala.
Suatu saat jika aku menjadi seorang Ibu, aku harus bisa menemani anakku setiap saat setiap waktu, ingin menjadi orang yang pertama mengenalkan dunia dan seisinya, mengajarkan tentang ilmu kehidupan yang sesungguhnya, tidak hanya menjadi Ibu, tetapi bisa menjadi sahabat, teman, guru dan menjadi sosok yang paling dinanti.
Lalu ada satu pertanyaan dari temanku “ Jika kamu ingin menjadi Ibu, untuk apa kamu harus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi seperti kuliah dan menjadi Sarjana?”.
Setelah mendengarkan pertanyaan tersebut, aku bertanya lagi kepada temanku? 
“ memang ada larangan bagi seorang perempuan menempuh pendidikan yang cita-cita dan impiannya ingin menjadi Ibu? Bukankah menjadi Ibu itu harus Pintar dalam berbagai hal baik akademis maupun lainnya, dan untuk apa RA Kartini memperjuangkan Pendidikan bagi wanita?.
Temanku hanya diam dan tak menjawab pertanyaanku, lalu aku menjelaskan tentang bagaimana RA Kartini dulu memperjuangkan pendidikan bagi Kaum Perempuan agar mendapatkan pendidikan yang layak, karena seorang perempuan akan menjadi Ibu yang harus mencerdaskan anak bangsa. Seorang Ibu bukan saja hanya melahirkan tetapi seorang Ibu harus dapat merawat, mendidik dan mengajarkan tentang segala sesuatu yang harus diajarkan pada anaknya, mengajarkan tentang segala kebaikan di dunia. Ketika orang-orang yang sukses saat ini, merekapun tidak bisa sukses tanpa adanya didikan dari sang Ibu, menjadi seorang Ibu yang baik dan Luar biasa memang tidak mudah.
Aku ingin menjadi ibu yang sangat Luar biasa dan dapat melahirkan generasi cemerlang dimasa yang akan datang, untuk menjadi Ibu, aku harus banyak belajar dan mencontoh berbagai pengalaman Ibu –Ibu hebat yang sudah terbukti melahirkan generasi terbaiknya. Layaknya seperti Ibu ku, beliau selalu mengajarkan tentang semua hal di dunia baik kehidupan rohani dan lainnya. Ibu menjadi salah satu inspirasiku untuk menjadi Ibu yang Lebih Baik dan lebih profesional, Ibu adalah Guru Kehidupan yang paling hebat. Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika calon Ibu menempuh pendidikan setinggi mungkin untuk bekal mendidik anaknya suatu saat nanti, dengan perkembangan tekhnologi dan zaman yang semakin modern, aku ingin menjadi Ibu yang selalu tahu tentang perkembangan terbaru. Nabi Muhamad SAW pernah berkata bahwa “ Didiklah anakmu Sesuai Zamannya. Kerena tentunya Zaman mu dan zamannya akan berbeda”. Aku ingin menjadi sosok pertama yang selalu ada untuk anakku, menemani setiap waktu, menemani belajar bermain bahkan disaat tidur lelapnya. Menjadi sosok penyejuk, pelindung, dan menjadi sosok yang paling penyayang, penyabar dan bijaksana. Menjadi Ibu yang serba bisa dalam segala hal, serba tahu dalam berbagai hal. Bukan saja menjadi Ibu, tetapi dapat pula menjadi sahabat, teman curhat, penasehat, guru sekaligus. 
Setiap orang memiliki harapan dan Impian yang ingin dicapai, begitupun aku. Tentunya itu semua butuh pengorbanan dan perjuangan yang tidak mudah. Kini aku semakin yakin dengan cita-citaku, dan tidak perlu ragu ketika ditanya tentang apa cita-cita yang diimpikan.
            Memang semua wanita akan menjadi seorang Ibu, entah bagi anaknya atau siapapun, tetapi tidak semua wanita dapat menjadi Ibu yang Luar Biasa hebatnya dan dapat melahirkan generasi Terbaik bagi masa depan. Menjadi Ibu adalah impian terbesarku, sama seperti Ibu ku yang begitu hebatnya. Banyak diluar sana ketika seorang wanita memiliki karir yang luar biasa dalam pekerjaannya, seringkali wanita tersebut tak selalu dapat disamping anak dan keluarganya. Percayalah menjadi seorang Ibu adalah Pilihan terbaik bagi seorang wanita, pekerjaan termulia yang pernah ada, Ibu tidak saja hanya sebatas merawat dan mendidik, namun menjadi seorang Ibu, seseorang harus bisa melakukan setiap pekerjaan dan mengusai berbagai keahlian.

            Diibaratkan seorang Ibu adalah Mentri dalam sebuah Kabinet suatu negara, Ibu harus bisa menjadi Mentri Pendidikan dalam mengatur setiap Pendidikan Buah Hatinya, Mentri Keuangan dalam mengatur segala pengeluaran dan pemasukan rumah Tangga, Mentri Lingkungan Hidup dalam mengatur lingkungan disekitar rumah, Mentri Agama dalam mengenalkan dan mengajarkan tentang pengetahuan agama, Mentri Hukum dan HAM dalam mengajarkan kehidupan yang adil dan saling menyayangi dalam keluarga, Mentri Kesehatan dalam menjaga keshatan setiap anggota keluarganya dll. Untuk menjadi seorang Ibu aku harus belajar memanage segala hal yang dimulai dari diri sendiri, seorang Ibu juga harus mampu menjadi Manajer yang dapat mengatur segala hal dan merencanakan setiap kegiatan agar tercapainya tujuan. Menjadi Ibu haruslah Pintar dan cerdas jika ingin melahirkan generasi yang hebat. Alangkah bahagia dan bangganya ketika menjadi seorang Ibu melihat anaknya sukses dan berhasil. Tentunya ini menjadi harapan setiap wanita. Selamat Hari Kartini untuk seluruh Perempuan Indonesia yang akan menjadi Calon Ibu yang hebat. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

BLOGY IMAJINATIONS Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review