Pages

Tampilkan postingan dengan label Tulisan Kwn Softskill. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tulisan Kwn Softskill. Tampilkan semua postingan

29 Jun 2014

INDAHNYA RAMADHAN

Diposting oleh bloggy Imajination di 6/29/2014 02:04:00 AM 0 komentar

Sumber: Google

Alhamdulillah Tahun ini masih bisa bertemu dengan Ramadhan. Ramadhan adalah bulan yang suci penuh berkah, bulan yang selalu membawa kegembiraan bagi seluruh umat islam di dunia, bulan yang penuh kebajikan melipat gandakan pahala bagi umatnya yang rajin beribadah.bulan dimana segala kegiatan baik berbalas pahala.
            Tahun kedua ramadhan jauh dari keluarga, tahun kedua buka puasa dan sahur tidak bersama keluarga. Sebagai anak rantau saya hidup sendiri dan hidup mandiri, sedih memang, tetapi itu bukan alasan untuk bersedih menyambut datangnya bulan ramadhan ini. Sebagai umat islam kita harus menyambut datangnya bulan ramadhan dengan penuh kegembiraan, suasana yang berbeda terasa ketika akan dimulainya shalat Tarawih untuk yang pertama kali, sebelum adzan saja orang-orang hiruk pikuk berjalan menuju masjid, senang rasanya melihat mereka tertawa tersenyum bahagia menyambut datangnya Ramadhan, berkah ramadhan juga dirasakan oleh para penjaja Makanan dan minuman yang semakin ramai berjualan untuk sahur dan berbuka puasa, Rizki bertambah jika dibulan Ramadhan, karena rata-rata orang akan lebih banyak membeli makanan saat hendak berbuka puasa.
            Cerita sahur pertama bermula saat alarm berbunyi pukul 03.00, rasa kantuk yang tak terkalahkan membuat saya ingin tidur lebih lama, alarm sudah berbunyi berulang-ulang namun saya tak kunjung bangun dari tidur, sampai akhirnya saya menyerah dan bangun dari tidur pada pukul 03.50. singkat cerita saya makan sahur dan sampai menunggu imsak. Sahur tahun kedua ini seperti biasa, tidak ada masakan mama yang enak dan tidak ada menu yang istimewa. Hidup sendiri memang menyedihkan, bayangkan yang biasanya saya bangun sahur malas-malasan dirumah yang jelas-jelas sudah tersedia makanan yang dimasak mama, sekarang saya harus bangun sendiri dan mencari makanan sendiri, bukan hal yang mudah menurut saya. Tapi semua itu saya nikmati dengan ikhlas. Semoga ibadah puasa tahun ini diberikan kelancaran dan kemudahan. Aamiin SELAMAT BERPUASA

29 Apr 2014

Kisah Papan Catur Tua

Diposting oleh bloggy Imajination di 4/29/2014 09:15:00 AM 1 komentar


           
edited by Triyunirahma
Saat libur akhir pekan, waktu menunjukan pukul dua siang, dan itu berarti waktunya  Ayah ku untuk bermain catur bersama sahabat karibnya sejak lama, begitulah mereka menghabiskan akhir pekan dengan bermain catur yang entah telah berapa lama usianya, mungkin lebih tua dari umur ku saat itu. Papan catur yang mulai memudar warnanya, namun masih tetap kokoh untuk dimainkan, memang papan catur tersebut telah Ayah miliki sejak beliau masih kanak-kanak dulu, katanya papan catur tersebut hadiah dari Kakek ku. Pantas saja Ayah sangat menyayangi Papan catur tersebut.
            Permainan dimulai, terlihat sangat seru dan mengasyikkan, gelak tawa terdengar saat Ayah berteriak SKAK! Dan itu merupakan pertanda Ayah ku akan memenangkan permainan catur tersebut, rasa bangga yang aku rasakan saat itu, apalagi teman ayah ku itu sering kalah oleh Ayah. Aku piker memang Ayah ku sangat handal dan jago dalam permainan Caturnya. Permainan terus berlanjut sampai mereka bosan dan tidak akan berhenti oleh apapun kecuali adzan memanggil mereka. Begitulah Ayah ku kerap menghabiskan waktu luangnya dengan bermain catur.
Cerita tentang sahabat Ayah yang sangat setia menemani Ayah ku bermain catur, padahal yang aku tahu teman Ayah tersebut selalu kalah dalam permainannya, sepertinya memang dia sangat sabar sampai tidak pernah jera akan setiap kekalahannya melawan Ayah. Luar biasa, dan Ayahku pun sangat senang bermain dengan temannya tersebut, karena memang hanya dia satu-satunya teman Ayah yang mau bermain catur bersamanya, sampai suatu ketika teman Ayah tersebut jatuh sakit, beliau mengidap penyakit yang cukup serius, Batu Ginjal yang cukup parah, beliau baru mengetahui penyakitnya setelah periksa ke dokter, padahal sebelumnya beliau masih sehat-sehat saja, berhari-hari, berminggu-minggu, sampai berbulan-bulan beliau tidak bisa melakukan aktivitas seperti biasa, alhasil tidak ada lagi yang bisa Ayah ajak untuk bermain catur lagi. Singkat cerita Teman Baik Ayah ku berpulang untuk selama-lamanya, dia pergi untuk selama-lamanya, dan sejak saat itu Ayahku tidak pernah lagi untuk bermain Catur, mungkin karena tidak ada Teman untuk diajak bertanding, sempat aku diajak bermain Catur oleh Ayah, namun rupanya aku bukan lawan yang cocok untuknya, Aku selalu dimenangkan setiap aku bermain catur, padahal aku sendiri tidak mengerti cara bermainnya saat itu, aku mengerti cara bermain Dam-Dam an, tapi aku praktekan dalam bermain catur, yang aku heran Aku selalu jadi Juaranya. Mungkin Ayah hanya merasa kasihan, tidak tega mengalahkan anaknya. Aku mulai bosan bermain catur aku tidak terlalu suka bermain permainan itu, menurutku dulu papan catur yang Ayah punya sudah jelek, warnanya hanya Hitam dan putih, pernah aku bilang kepada Ayah ” kenapa warnanya tidak diganti dengan Merah dan Putih agar sama dengan Bendera kita Yah” namun Ayah hanya tertawa. Setelah beberapa Lama Ayah berhenti dan tidak bermain Catur lagi, aku tidak melihat lagi Papan Catur kesayangannya lagi, aku sempat bertanya tetapi Ayah mengalihkan pertanyaan ku tersebut, dan setelah aku besar dan tumbuh dewasa aku mengerti mengapa Ayah menghilangkan Papan Caturnya tersebut, ada beberapa Alasan, mungkin karena sedih jika melihat Papan catur tersebut akan teringat temannya, dan mungkin Papan Catur tersebut mubazir tidak digunakannya lagi karena tidak pernah ada teman yang bisa diajak bertanding lagi.
Begitulah cerita Papan Catur Tua kesayangan Ayahku itu, Aku sempat mencarinya dirumah tapi tidak kutemukan, aku mencarinya di gudang tetap tidak ku temukan. Sekarang aku ajak Ayah untuk bermain catur di dalam permainan Laptop ku, sekarang aku sudah mengerti permainan Catur, saat liburan nanti akan aku ajak Ayah untuk bertanding Catur.

26 Apr 2014

Cerita Hijab Ku

Diposting oleh bloggy Imajination di 4/26/2014 10:36:00 AM 0 komentar
edited by Triyunirahma
Dua Tahun yang lalu, saat pertama kali aku mengenakan hijab untuk selamanya secara permanen, sebenarnya aku telah memakai jilbab sejak bangku sekolah namun setelah pulang sekolah jilbab tersebut kembali dibuka begitu kebiasaan ku dulu, namun entah awalnya bagaimana semenjak  masuk perguruan tinggi aku mantap untuk memutuskan berhijab total. Awalnya kaka perempuan ku yang menyarankan aku untuk berhijab,lalu mama dan Papa juga menyuruhku hal yang sama karena berbagai alasan, selain kewajiban sebagai seorang muslim keluarga besar ku rata-rata memakai hijab ketika mulai baligh atau dewasa, dan memang dengan berhijab kita akan lebih merasa tenang karena terlindungi dan tertutup. bukan saja itu kaka ku menceritakan balasan atau hukuman bagi wanita yang tidak menutup auratnya.
 seperti ini ceritanya ”Suatu hari ada seorang wanita yang memiliki karir yang sangat cemerlang, dia sangat cantk, pintar dan bergaya sangat fashionable, suatu ketika dia berpergian dengan mobilnya ke luar kota seorang diri, dalam perjalanan naasnya wanita tersebut mengalami kecelakaan yang cukup parah sehingga mobilnya tersebut masuk kedalam jurang aliran sungai yang cukup deras, dan kecelakaan tersebut merenggut nyawanya, singkat cerita mayatnya ditemukan oleh warga sekitar tanpa identitas yang jelas, dan sampai akhirnya jenazah dikebumikan didaerah tersebut oleh warga sekitar tanpa tahu siapakah dia, berbulan-bulan lamanya tidak ada satupun keluarga yang mengakui wanita tersebut, dan akhirnya pihak kepolisian telah mengetahui pihak keluarga si mayat misterius tersebut, dan keluarga pun memutuskan untuk memindahkan kuburan wanita itu, tanpa menunggu lama, dibantu oleh warga yang sukarela membantu penggalian kuburan tersebut, dan sungguh mencengangkan dan sekaligus membuat sedih mayat tersebut mengalami berbagai keanehan seperti dikepalanya terdapat belatung, berbau busuk terdapat pecahan beling dan kaca, paku dan benda-benda tajam yang tertancap dikepalanya, Naudzubillah. Ternyata semasa hidupnya wanita itu tidak pernah menjalankan segala kewajiban yang Tuhan berikan untuk hamba-NYA, dia selalu membuka auratnya, dia tidak pernah menutupi apa yang menjadi auratnya tersebut.
Semenjak mendengar cerita itu aku seperti tergugah dan merasa sangat takut akan azab tersebut, dengan mantap dan penuh keyakinan aku putuskan untuk mengenakan hijab yang pertama kalinya saat PPSPPT di kampus, 31 Juli 2012, mengenakan Rok Hitam Panjang, dan kemeja putih panjang serta jilbab berwarna putih, sebenarnya bukan hal yang aneh aku memakai jilbab, tetapi hari itu sangat luar biasa aku senangnya, mama ku yang mengantar dengan penuh senyuman bahagia melihat anaknya mengenakan hijab. Setelah terbiasa memakai hijab kemanapun, sempat ragu ketika melihat teman bisa bebas berekspresi dengan rambutnya tanpa harus kepanasan dan ribetnya ketika wudlu dan sholat, apalagi saat pertama melihat di kampus hanya sedikit mahasiswi yang mengenakan hijab, sempat khawatir tidak bisa fashionable dan sebagainya,tetapi semua sirna ketika aku merasakan kenikmatan luar biasa saat mengenakan Hijab, aku merasa beda dari wanita biasanya, aku merasa lebih aman dan nyaman ketika berada di luar dengan lingkungan yang kurang kondusif, aku merasa lebih terhormat dan aku bangga menjadi seorang wanita muslim yang memiliki identitas khusus yang bisa membedakan bahwa aku seorang muslim, dan kini aku tetap bisa bergaya dengan adanya model-model pakaian tertutup yang sangat bervariasi dan sangat fashionable, dan sekarang yang aku lihat banyak teman-teman yang telah mengenakan hijab, Alhamdulillah semakin banyak wanita muslim yang ingin menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Banyak pertanyaan mengapa wanita dalam islam harus mengenakan Hijab? Ilustrasinya seperti ini, wanita dalam islam ibarat sebuah permen yang manis, ketika aku lemparkan dua buah permen ke tanah dengan satu permen yang telah dibuka bungkusnya dan satu permen tetap  masih terbungkus rapih, lalu aku akan menyuruh seorang laki-laki untuk memakan permen yang berada di tanah tersebut, kira-kira permen yang  manakah yang akan dia pilih? Tentu permen yang masih terbungkus rapi yang akan dia pilih, karena beranggapan permen itu masih bersih dari kotoran di tanah, dan begitulah islam memandang wanita, begitu terhormatnya wanita muslim yang terlindungi, menutupi auratnya dengan hijab.
Maka Tutuplah Auratmu Sebelum Tutup Usia Mu

23 Apr 2014

Apa Yang Sudah kita lakukan?

Diposting oleh bloggy Imajination di 4/23/2014 09:06:00 AM 0 komentar


Selama belasan tahun saya hidup di muka bumi ini, sejak lahir, tumbuh dan berkembang atas segala jasa dan dedikasi orang tua. Tetapi selama belasan tahun ini apa yang telah saya lakukan? Apa yang sudah bisa saya perbuat untuk kedua orang tua (Papah & Mamah) ?.
 Seperti yang Pak Emilianshah (Dosen Softskill Pendidikan kewarganegaraan) pernah katakan, dan kata-kata itu sangat bagus dan terus terngiang ditelinga saya, beliau berkata ”sampai lautan berubah menjadi tinta, dan seluruh tanaman berubah menjadi pena, tidak akan bisa melukiskan kebaikan dan jasa-jasa orang tua kita”. Bisa kita bayangkan jika perumpamaan itu terjadi dan nyata, suatu hal yang sangat luar biasa tentunya, dan memang semua yang luar biasa di muka bumi ini adalah kebaikan orang tua kita! Orang tua hebat, Luar biasa, tak ada yang bisa membalas segala jasa-jasanya, walaupun seorang anak menjadi orang terkaya di dunia sekalipun . Coba kita renungkan? Orang tua tidak pernah menuntut banyak kepada anaknya, namun terkadang sang anak terlalu banyak menuntut dengan berbagai keinginan yang tak kunjung ada hentinya, tidak munafik saya pun seperti itu, umur saya tahun ini menginjak kepala dua, tapi sampai saat ini saya masih menjadi tanggungan orang tua saya, saya masih merepotkan, dengan berbagai hal yang sering saya keluhkan, dengan banyak permintaan dan tuntutan, tetapi setelah mendengar perkataan dosen saya waktu itu saya seperti tertampar dan sangat malu, Sekaligus sedih, karena saya belum bisa membuat hati orang tua saya senang.
 Papah saya adalah salah satu sosok yang paling percaya jika saya bisa melakukan sesuatu yang menjadi impian saya, sekalipun saya terkadang putus asa dan mengeluh tentang mimpi saya yang terlalu tinggi, tapi Papah selalu meyakinkan saya bahwa hal yang kita impikan dan cita-citakan pasti terjadi jika kita yakin dengan usaha yang keras, Papah dan Mamah adalah Motivasi terbesar saya, suara mereka ketika menelfon saja sudah membuat saya semangat, setiap hari saya selalu merindukan kehadirannya disamping saya, menyedihkan ketika kita hidup jauh dari orang tua, karena saya memilih kuliah ke lvar kota tempat saya tinggal. Berhari-hari  bahkan berbulan-bulan saya tidak melihat wajah mereka, hanya suara yang saya dengar setiap harinya ketika Papah  & mamah menelfon. Kurang lebih sudah dua tahun saya hidup mandiri, dan sepanjang hari selalu merindukan kehadiran mereka, sering saya menangis karena ingin pulang, dan yang saya lakukan hanya memandang foto mereka yang terpajang dikamar, menurut saya jauh dari keluarga adalah perjuangan. Saya bisa belajar banyak setelah saya jauh dari orang tua, banyak sekali hal baru yang saya bisa lakukan sendiri tanpa bantuan siapapun. Karena kekuatan besar bukan dari fisik, tetapi niat dan tekad yang gigih.
 Waktu tak akan menunggu bagi siapapun yang tak mau mengejarnya, sering kita menyalahkan waktu padahal kita sering menyia-nyiakannya. Waktu terus berjalan dan kita harus tetap berjuang, berjuang mengejar segala impian kita, hidup hanya sekali jadilah yang paling berarti. Thankful for Everything Papa & Mama
Pantai Tirtamaya 1994

Ojek Payung Seperti Jamur Di Musim Hujan

Diposting oleh bloggy Imajination di 4/23/2014 08:13:00 AM 0 komentar

Sumber: Google

Musim hujan bagi sebagian orang kadang kala menjadi salah satu saat dimana orang-orang lebih  memilih berdiam diri dirumah untuk beristirahat dan menikmati turunnya air hujan dengan secangkir Teh atau Kopi, dan bisa juga terkadang saat-saat dimana setiap orang ingin bermalas-malasan. Tetai bagi sebagian anak-anak justru hujan membawa rezeki yang begitu menggiurkan, pasalnya di saat turunnya hujan mereka memiliki profesi baru yang akan menghasilkan pundi-pundi rupiah sebagai Ojek Payung dadakan di musim hujan, dengan hanya bermodal sebuah Payung mereka akan menawarkan jasanya kepada setiap orang yang membutuhkan jasanya tersebut, tidak begitu mahal memang tarif yang mereka minta cukup dengan uang tiga ribu sampai lima ribu rupiah saja sekali menyewa payungnya tersebut. Anak-anak para Ojek payung akan merasa senang dan mereka saling berebut pelanggan yang akan menyewa payungnya, biasanya para ojek payung ini beroperasi di tempat-tempat keramaian seperti Mall, Pasar, terminal, stasiun dan tempat-tempat keramaian lainnya yang menjanjikan.
            Para Ojek payung ini biasanya rela hujan-hujanan berebut pelanggan demi mendapatkan pundi-pundi rupiah yang akan menambah-nambah uang jajan mereka bahkan uang tersebut akan mereka berikan untuk menopang perekonomian keluarga, memang rata-rata anak-anak tersebut dari keluarga yang memiliki taraf ekonomi rendah, mereka tidak merasa kedinginan walaupun baju yang mereka kenakan basah, tetapi justru mereka terlihat senang karena selain bekerja, mereka juga bisa bermain dengan puas, bermain tetapi menghasilkan uang. Tentu saja ini lebih baik dibandingkan anak-anak harus menjadi pengamen dan pengemis jalanan di lampu merah, atau perempatan jalan, selain mereka bisa menghasilkan uang sendiri, keberadaan ojek payung saat hujan juga sangat membantu ketika seseorang tidak membawa sebuah payung saat hujan turun. Tidak sedikit dari para pengguna ojek payung yang memberikan uang lebih ketika melihat seorang anak dibawah umur yang harus hujan-hujanan demi sepeser uang.
            Ada rasa kagum dan sekaligus sedih ketika melihat anak-anak yang dengan riangnya bermain hujan-hujanan sambil menawarkan payungnya, tubuh mungilnya menahan rasa dingin dan sesekali mengigil membuat saya tidak tega melihatnya, seakan merasa susahnya mencari uang yang tidak begitu banyak sebenarnya, tetapi apa yang mereka lakukan setidaknya sedikit akan membantu keuangan mereka, suatu waktu saya pernah menggunakan jasa ojek payung bersama mama, dan anak tersebut memberikan payungnya untuk saya sedangkan dia rela hujan-hujanan berjalan disamping saya dan mama tanpa terpayungi, dengan sigap mama memayungi anak tersebut ikut bersama kami bertiga dalam payung yang cukup besar, walaupun anak tersebut sempat menolaknya. Pelajaran yang cukup berharga, ketika sebagian anak saat hujan turun selalu mendapatkan perlindungan ekstra dari orang tuanya, dan sebagian anak harus rela hujan-hujanan demi sesuap nasi. Mereka yang tak pernah mengenal bangku sekolah dan pendidikan formal, mereka yang harus berjuang mencari makan, mereka yang tak pernah lelah untuk bertahan hidup dan terkadang harus menghidupi keluarga, bukan mereka tak memiliki cita-cita, tetapi keadaanlah yang membuat mereka seperti itu. Semakin kita peduli dan peka terhadap sesama, sepatutnya kita harus lebih bersyukur atas nikmat yang Allah berikan buat kita, karena masih banyak orang yang kurang beruntung dibanding kita. Trimakasih Ya Allah atas segala karunia, kenikmatan dan kebahagiannya.
 

BLOGY IMAJINATIONS Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review